Wednesday, March 7, 2018

Pengukuran (Outer) dan Struktural (Inner) Pada PLS

Pengukuran (Outer) dan Struktural (Inner) Pada PLS H asil Analisys Partial Least Square dapat dikelompokkan dalam 2 tahapan, yakni pengukuran indikator (outer model) dan pengujian model structural (inner model)

1. Pengukuran Indikator (Outer Model)


Pengukuran indikator (Outer Model) dilakukan dengan melihat Convergent validity, Contruct Reliability, Average Variance Extracted-AVE, Discriminant validity, cross loading dan undimensionalitas model.
  1. Convergent validity: adalah mengukur validitas indikator sebagai pengukur variabel yang dapat dilihat dari outer loading dari masing – masing indikator variabel. Suatu indikator dikatakan mempunyai reliabilitas yang baik jika nilai outer loading untuk masing-masing indikator > 0.70 (pada penelitian pada bidang yg belum berkembang bisa menggunakan 0.5-0.6). Jika menggunakan nilai standar Convergent Validity > 0.70, maka nilai loading dibawah 0.70 dihapus dari model.

  2. Contruct Reliability adalah mengukur reliabilitas konstruk variabel laten. nilainya yang dianggap reliabel harus diatas 0.70. Counstruc reliability sama dengan cronbach alfa

  3. Average Varinace Extracted- AVE digunakan untuk mengetahui tercapainya syarat validitas diskriminan. Nilai minimum untuk menyatakan bahwa keandalan telah tercapai adalah sebesar 0,50

  4. Discriminant validity bertujuan untuk menguji sampai seberapa jauh konstruk laten benar benar berbeda dengan konstruk lainnya. Nilai discriminant validity yang tinggi memberikan indikasi bahwa suatu konstruk adalah unik dan mempu menjelaskan fenomena yang diukur. Suatu konstruk dikatakan valid yakni dengan membandingkan nilai akar dari AVE dengan nilai korelasi antar variabel latent. Nilai akar AVE harus lebih besar dr korelasi antar variable latent

  5. Cross-loading adalah metode lain untuk mengetahui discriminant validity, yakni dengan melihat nilai cross loading. Apabila nilai loading dari masing - masing item terhadap konstruknya lebih besar daripada nilai cross loadingnya.

  6. Unidimesionalitas Model. Uji undimensionalitas adalah untuk memastikan bahwa sudah tidak ada masalah dalam pengukuran. Uji undimensionalitas dilakukan dengan menggunakan indikator composite reliability dan alfa cronbach. Untuk kedua inidikator ini cut-value adalah 0,7
  7. Lihat artikel dan video tutorial PLS Interpretasi outer Model

2 Pengujian Model Structural (Inner Model)


Output Model structural dilakukan dengan melakukan bootstraping lalu lihat output analisys dari : Nilai R2 (coefisien determinasi), nilai Q2 (predictive relevance). untuk melihat apakah model structural yang dibangun robust atau tidak.

Pengujian Inner Model dilakukan dengan melihat nilai Konstruk R2 (Rsquare) dalam output PLS. Misalnya :

Kepuasan (R1) = 0,524
Loyalitas (R2) = 0,621

Untuk melihat nilai Q2 (predictive relevance) digunakan rumus :
Q2 = 1-(1-R1 ) * (1-R2 )……
Q2 = 1–(1-0,524) * (1-0,621)
Q2 = 0,674

Tahap terkahir pada inner model adalah pengujian hipotesis. Pengujian hipotesa dilakukan dengan melihat nilai probabilitas nya dan t-statistik nya. Untuk nilai probabilitas, nilai p-value dengan alpha 5% adalah kurang dari 0,05. Nilai t-tabel untuk alpha 5% adalah 1,96. Sehingga kriteria penerimaan Hipotesa adalah ketika t-statistik lebih besar dari t-tabel. (contoh output t-statistik dan nilai PV.
Nilai-t-statistik-dan-p-value
Lihat Video pengujian hipotesis Interpretasi inner Model Anda juga bisa melihat artikel dengan variabel mediasi dengan sobel test online
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner